Anggaran Dasar Sekretariat Bersama Penerbit Katolik Indonesia

Pendahuluan

Penerbitan Katolik merupakan karya Kerasulan Komunikasi Sosial yang mewartakan Kerajaan Allah melalui penerbitan buku, majalah, dan multi media.

Dalam rangka memperkuat karya kerasulan tersebut Penerbit-Penerbit Katolik di Indonesia bersepakat membentuk SEKRETARIAT BERSAMA untuk membangun pendewasa¬an iman umat Katolik, pada khususnya, dan membangun pendewasaan hidup masyarakat bangsa Indonesia pada umumnya, melalui karya-karya yang dipublikasikan, dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

Bab I. Nama, Waktu, dan Tempat Kedudukan

Pasal 1. Nama

Sekretariat Bersama ini bernama Sekretariat Bersama Penerbit Katolik Indonesia yang disingkat menjadi Seksama.

Pasal 2. Waktu

Seksama dibentuk pada tanggal 28 November 1988 di Kaliurang-Yogyakarta untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Pasal 3. Tempat Kedudukan

SEKSAMA berkedudukan di Indonesia, dengan Sekretariat bertempat di Jl. Cempaka no. 9, Deresan Yogyakarta 55281.

Bab II. Asas dan Tujuan

Pasal 4. Asas

Dalam bermasyarakat SEKSAMA berasaskan Pancasila dan UUD 45. Dalam melaksanakan karya kerasulannya SEKSAMA bersumber dan berlandaskan pada iman dan ajaran-ajaran Gereja Katolik.

Pasal 5. Tujuan

SEKSAMA bertujuan menjalin komunikasi dan menggalang kerja sama antaranggota untuk berperan serta mewartakan Kerajaan Allah melalui karya media komunikasi.

Bab III. Logo dan Sifat

Pasal 6. Logo

SEKSAMA memiliki logo berupa gambar susunan buku yang membentuk huruf ‘S’ dengan tulisan SEKSAMA dan tulisan ‘Penerbit Katolik Indonesia’.

Pasal 7. Sifat

SEKSAMA bersifat koordinatif dan tidak membawahi para anggotanya.

Bab IV. Fungsi dan Tugas Pokok

Pasal 8. Fungsi

SEKSAMA berfungsi sebagai:

  • Wadah untuk saling berbagi informasi seputar penerbitan.
  • Wadah untuk saling berbagi pengalaman melalui berbagai kegiatan untuk meningkatkan kinerja masing-masing anggota.
  • Wadah untuk membangun kebijakan bersama dalam kerja sama distribusi dan promosi produk anggota.
  • Sarana dan Jembatan komunikasi dengan lembaga-lembaga di luar SEKSAMA.
Pasal 9. Tugas Pokok

Tugas pokok SEKSAMA adalah:

  • Memelihara, mengembangkan, dan meningkatkan kebersamaan, komunikasi, dan kerja sama antar anggota
  • Meningkatkan kemampuan dan profesionalitas para anggota
  • Meningkatkan minat baca di kalangan Gereja
  • Membangun kemitraan dengan hierarki, lembaga, dan komunitas Gerejawi, serta lembaga pemerintah maupun swasta.

Bab V. Keanggotaan

Pasal 10. Anggota

SEKSAMA beranggotakan Penerbit-penerbit Katolik “milik” lembaga Gereja Katolik (konggregasi/ordo, keuskupan, atau lembaga Gereja katolik yang lain) yang berkedudukan di Indonesia, yang keanggotaannya disahkan secara definitif dalam Rapim SEKSAMA.

Pasal 11. Syarat Keanggotaan
  • Berbadan hukum yang sah dan dikelola secara profesional
  • Mengajukan diri sebagai anggota SEKSAMA.
  • Bersedia mematuhi AD/ART SEKSAMA dan kode etik Penerbitan Katolik.
Pasal 12. Berhenti dari keanggotaan
  • Keanggotaan berhenti karena:
  • Mengundurkan diri dari keanggotaan SEKSAMA.
  • Tutup atau tidak beroperasi lagi.
  • Diberhentikan sebagai anggota Seksama oleh RAPIM SEKSAMA.

Bab VI. Kepengurusan

Pasal 13. Pengurus

Kepengurusan SEKSAMA dipimpin oleh seorang Sekretaris Eksekutif yang dilengkapi 4 (empat) orang anggota yang dipilih dari para anggota dalam RAPIM.

Pasal 14. Pemilihan dan Masa Bakti Pengurus

Pemilihan Pengurus SEKSAMA dilakukan dalam RAPIM.

Masa bakti Sekretaris Eksekutif ditetapkan untuk periode waktu 3 tahun dan bisa dipilih kembali untuk satu periode berikutnya saja.

Pasal 15. Tugas Pengurus
  • Melaksanakan, mempertanggungjawabkan program yang ditetapkan dalam RAPIM.
  • Mengomunikasikan pelaksanakan program kepada anggota SEKSAMA
  • Mengundang , menyiapkan, melaksanakan RAPIM anggota.
  • Mengoordinasikan rapat pengurus SEKSAMA pada masa bakti kepengurusannya.
  • Melaksanakan rapat pengurus sekurang-kurangnya dua kali setahun.

Bab VII. Rapat-Rapat

Pasal 16. Rapat Pimpinan

Rapat Pimpinan diikuti oleh pimpinan anggota yang bisa didampingi oleh staf dan dilaksanakan sekali dalam setahun.

Pasal 17. Wewenang Rapat Pimpinan
  • Menetapkan kebijakan dan program.
  • Memilih Sekretaris Eksekutif dan anggota pengurus.
  • Menerima dan mengesahkan anggota baru.
  • Memberhentikan anggota.
  • Menentukan waktu dan tempat RAPIM
Pasal 18. Rapat Pengurus

Rapat Pengurus diselenggarakan dan dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif dan diikuti oleh anggota yang dilaksanakan sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun.

Pasal 19. Wewenang Rapat Pengurus

Merencanakan dan melaksanakan kebijakan, program, dan keputusan RAPIM.

Pasal 20. Keputusan Rapat
  1. Keputusan RAPIM dan Rapat Pengurus ditetapkan dengan cara musyawarah untuk mufakat.
  2. Apabila pengambilan keputusan dalam RAPIM melalui musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan cara pemungutan suara yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya tiga perempat anggota.
  3. Semua keputusan bersifat mengikat semua anggota.

Bab VIII. Penutup

Pasal 21. Perubahan Anggaran Dasar

Anggaran Dasar ini hanya dapat diubah oleh RAPIM yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya tiga perempat anggota.

Hal-hal lain yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 22. Pembubaran SEKSAMA

Pembubaran SEKSAMA hanya bisa dilakukan oleh RAPIM yang dihadiri oleh seluruh anggota dan disetujui oleh tiga perempat anggota.

Segala harta dan kewajiban yang timbul akibat pembubaran tersebut menjadi hak dan tanggung jawab semua anggota.

Ditetapkan dalam RAPIM SEKSAMA di Malang
Tanggal 24 Oktober 2013

RP. E. Azismardopo, SJ (Kanisius)

RD. L. Heru Susanto (Dioma)

RD. Agustinus Surianto (Obor)

RP. Hendrik Kerans SVD (Nusa Indah)

RP. Daniel Erwin Manullang, OFMCap (Bina Media Perintis)

Bp. Fl. Tutur Sukmadi (Hidup)

Bp. FX. Totok Kusdianto (CTC.Bina Tama)